ITP Padang Kukuhkan M. Yahya Sebagai Guru Besar

JURNALIST SUMBAR| SUMBAR- Institut Teknologi Padang (ITP) mengukuhkan Muhammad Yahya sebagai guru besar pertama di ITP dalam rapat senat terbuka institut, Rabu (21/2). Upacara pengukuhan bertepatan peringatan Dies Natalis ke-45 ITP di Kampus ITP di Jalan Gajah Mada.

Dalam orasinya Muhammad Yahya menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Penerapan Energi Terbarukan Sebagai Sumber Energi Alternatif Untuk Pengeringan hasil Pertanian di Sumbar”.

Di hadapan jajaran pimpinan yayasan, pimpinan ITP, Koordinator Kopertis Wilayah X Herri, Asisten II Setprov Sumbar Syafruddin, civitas akademika dan para undangan lainnya, Muhammad Yahya mengatakan, pemilihan judul tersebut didasarkan pada kebutuhan energi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi, penduduk dan perkembangan sektor industri.

Di Indonesia, penyediaan energi sebagian besar masih bergantung pada bahan bakar fosil seperti minyak bumi (48 persen), gas bumi (18 persen) dan batu bara (30 persen). Dan sisanya (4 persen) menggunakan energi nonkonvensional seperti panas bumi, hidropower, energi surya, biomassa dan lainnya. Jika tidak ditemukan lagi cadangan baru maka puluhan tahun ke depan energi tersebut akan habis.

“Pada saat ini saya telah menciptakan beberapa alat pengering berenergi surya dan biomassa. Alat ini pun dapat diterapkan untuk mengeringkan hasil-hasil pertanian di Sumbar,” kata Muhammad Yahya.

Adapun alat pengering hasil pertanian yang diciptakan itu antara lain alat pengering efek rumah kaca, alat pengering surya tipe lorong, tipe lorong berbantuan energi biomassa, alat pengering surya menggunakan penyerap plat datar bersirip aliran dua pass dan beberapa tipe alat pengering lainnya.

“Setiap jenis alat pengering tersebut penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi dan keperluan,” jelasnya Muhammad Yahya.

Menurut Yahya, penerapan sumber energi alternatif di daerah-daerah Sumbar perlu dilakukan agar bahan yang dikeringkan oleh petani mempunyai nilai jual dan produksi yang tinggi. Ia berharap, alat pengering hasil ciptaannya ini dapat dimanfaatkan petani untuk mengeringkan hasil-hasil pertaniannya.

“Alat pengering ini mampu mempertahankan kualitas bahan yang dikeringkan dan mempunyai waktu yang singkat dalam pengeringan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan ITP, Zulfa Eff Uli Ras mengaku bangga dengan lahirnya guru besar pertama di ITP. Ia berharap, dengan pengukuhan Muhammad Yahya sebagai guru besar bisa menjadi motivasi bagi para dosen lainnya. Ke depan, akan banyak lahir guru besar-guru besar lainnya.

Koordinator Kopertis Wilayah X, Herri mengucapkan selamat atas pengukuhan guru besar pertama di ITP. Tantangan perguruan tinggi ke depan akan semakin besar. Terlebih saat ini sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pada Dies Natalis ke-45 ITP kali ini, ITP memberikan penghargaan Satya Lencana Kesetiaan 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. (*)
Diberdayakan oleh Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalistsumbar.com, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang