DPD KNPI Padang Pariaman, Luncurkan Mata Emas Tangkal LGBT

JURNALIST SUMBAR| PADANG-Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan konsistesinya melaksanakan kegiatan turun ke masjid dan surau. Kegiatan ini  merupakan cara KNPI bergerak dan bertindak dalam melihat dan menatap masa yang akan datang untuk mewujudkan generasi emas yang bernilai tinggi dengan masjid dan surau sebagai pusat pergerakannya.

Program itu diberi nama Mata Emas yang merupakan akronim dari Magrib, Ta’lim (Proses Pembelajaran / Transformasi ilmu) dan Isya Berjamaah di Masjid, mulai dilaksanakan (launching) pada hari Minggu 31 Desember 2017 di Masjid Pati Kayu, Nagari  Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto.

Kemarin, Minggu (14/01/18), DPD KNPI kembali menyelenggarakan kegiatan Mata Emas, kali ini bertempat di Surau Nurul Muttaqin Korong Kampuang Dadok Nagari Kuranji Hulu Kec Sungai Geringging.



Sebagaimana diposting Wakil Ketua DPD KNPI Masrudi Suryanto di media sosial, kegiatan tersebut dibuka Bupati Padang Pariaman yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Drs Rahmang MM serta diikuti Camat Sungai Geringging Rustam SE MM, Walinagari, Tokoh Masyarakat, Jamaah Surau dan puluhan aktivis KNPI Padang Pariaman.

Menurut Masrudi, kegiatan Mata Emas ini merupakan suatu cara dan upaya DPD KNPI Padang Pariaman menangkal aktivitas sesat seperti lesbian, gay, biseksual dan transgender) serta narkoba.

Dalam laporan pada kegiatan sebelumnya, Wakil Ketua DPD KNPI Bidang Keagamaan Afrinaldi Yunas mengatakan, Mata Emas merupakan cara KNPI Padang Pariaman bergerak dan bertindak dalam melihat dan menatap masa yang akan datang untuk mewujudkan generasi emas yang bernilai tinggi dengan masjid sebagai pusat pergerakannya.



Secara rinci, ia menjelaskan, program ini diawali dengan kegiatan shalat maghrib. Selesai shalat wajib dan sunnah, dilanjutkan dengan Ta’lim (proses pembelajaran / transformasi ilmu). Materi yang disampaikan tidak selalu berkaitan dengan keagamaan, tetapi juga berkenaan dengan disiplin ilmu lain yang dibutuhkan pemuda sebagai bekal untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

Pematerinya pun didatangkan dari profesional di bidangnya dan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Ta’lim berakhir saat datang waktu isya. Selanjutnya pemuda shalat isya berjamaah di masjid.

Program ini, ulasnya,  didasarkan kepada Al-Qur’an surah ke-9 At-Taubah ayat 18 tentang kewajiban untuk memakmurkan masjid dan berbagai Hadits Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tentang keutamaan mengisi waktu antara magrib dan isya dan tentang pemuda yang mendapat perlindungan sebab terkait hatinya dengan masjid.

Dalam jangka pendek, kata Afrinaldi, program ini dilaksanakan sebulan sekali oleh masing-masing KNPI Kecamatan di masjid-masjid yang ada secara bergiliran. Adapun untuk jangka panjang, program ini akan dilaksanakan rutin oleh masing-masing KNPI Kecamatan sekali dalam seminggu (empat kali dalam sebulan) di masjid-masjid secara bergiliran. Jika pemuda sudah terbiasa di masjid maka akan hadir generasi Padang Pariamam yang hatinya terpaut dengan masjid. (ZT)

Diberdayakan oleh Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalistsumbar.com, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang