Rossi Hanya 3 Kali Kalah dari Rekan Satu Tim di MotoGP

JS--- Selama 15 kali penyelenggaraan MotoGP (2002-2016), Valentinno Rossi (Italia) terhitung hanya tiga kali kalah bersaing dari rekan satu timnya.

Satu-satunya partner tim yang pernah mengalahkan Rossi adalah Jorge Lorenzo (Spanyol), dan dia melakukannya tiga kali.

Selama 21 tahun berkarier di Grand Prix (1996-2016), Rossi tidak pernah memiliki rekan satu tim yang sama dalam kurun waktu lama, kecuali dengan Lorenzo.

Mereka bersama-sama memperkuat Yamaha selama tujuh musim (2008-2010, 2012-2016).

Rossi kali pertama naik ke kelas premier atau utama pada 2000 di kelas 500cc bersama Honda. Empat musim bersama Honda, Rossi selalu dominan atas rekan satu timnya.

Pada MotoGP 2002, dia mengalahkan Tohru Ukawa (Jepang). Tahun berikutnya, dia unggul atas Nicky Hayden (Amerika Serikat).

Pada 2004, Rossi pindah ke Yamaha. Rekan satu timnya pun tak bisa berbuat banyak. Rossi terlalu tangguh bagi Carlos Checa (Spnyol) yang menjadi rekannya pada 2005.

Tiga musim berikutnya, dia mendapatkan Colin Edwards (AS). Rossi jelas jauh lebih tangguh dibanding Edwards. Kedua pebalap ini akur dan berteman baik hingga sekarang.

Ujian sesungguhnya hadir ketika Lorenzo direkrut Yamaha pada 2008. Lorenzo tentu saja berstatus sebagai pebalap kedua, kala itu.

Dia tidak mendapatkan material yang sama dengan Rossi. Meski begitu, Lorenzo bisa memenangi balapan GP Portugal dan total enam kali naik podium.

Rossi dan Lorenzo juga memilih ban berbeda. Ketika itu, ada dua produsen ban yang menjadi sponsor MotoGP, Michelin dan Bridgstone.

Rossi memilih Bridgstone, sementara Lorenzo memilih bertahan dengan Michelin. Tembok pun dipasang sebagai pembatas garasi kedua pebalap.

Hubungan keduanya tidak membaik. Pada 2010, Rossi akhirnya merasakan kekalahan pertama dari rekan satu timnya sejak naik ke MotoGP.

Dia menutup musim dengan berada di urutan ketiga, sementara Lorenzo keluar sebagai juara dunia. Rossi pun hijrah ke Ducati dan kembali berpartner dengan Hayden pada 2011.

Rossi tidak mendapatkan hasil memuaskan selama dua musim memperkuat Ducati, tetapi tetap saja dia lebih baik dari Hayden.

Pada 2013, Rossi kembali ke Yamaha. Hubungannya dengan Lorenzo mulai membaik. Rossi masih kalah dari Lorenzo pada musim tersebut, lalu membalas pada tahun berikutnya.

Hubungan keduanya kembali panas pada 2015, terutama pada seri-seri terakhir. Lorenzo akhirnya keluar sebagai juara dunia, dan mengalahkan Rossi untuk kali ketiga.

Tahun lalu, hubungan kedua pebalap ini tidak membaik. Pada akhir musim, Rossi memenangi persaingan antara keduanya. Lorenzo memutuskan hijrah ke Duati.(*)
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Jurnalistsumbar.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Falsanar Piliang